PASANGKAYU, MediaCentral News.com – Kehadiran Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pasangkayu, Muh Dasri, dalam kegiatan Yatim Fest yang digelar Rabu (25/2/2026) menjadi sorotan publik. Kegiatan sosial yang berlangsung di Pasangkayu itu menghadirkan anak-anak yatim, relawan, serta sejumlah tokoh masyarakat dalam suasana penuh kebersamaan.
Yatim Fest digelar sebagai momentum solidaritas sosial untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim dan keluarga prasejahtera. Dalam kegiatan tersebut, Muh Dasri tampak mengenakan pakaian putih dan peci hitam, menyapa serta berjabat tangan dengan anak-anak yang hadir.
Acara ini dihadiri oleh anak-anak yatim, relawan sosial, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah daerah. Kehadiran Wakil Ketua II DPRD menjadi perhatian karena posisinya yang strategis dalam lembaga legislatif daerah.
Kegiatan berlangsung di wilayah Kabupaten Pasangkayu pada Rabu, 25 Februari 2026, dan turut mendapat perhatian masyarakat melalui media sosial.
Sebagai unsur pimpinan DPRD, Muh Dasri memiliki peran penting dalam fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran. Publik menilai, kehadiran dalam kegiatan sosial perlu diiringi komitmen kebijakan yang nyata dan berkelanjutan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak yatim.
“Anak-anak ini adalah generasi masa depan yang harus kita jaga. Kepedulian dan perhatian, meskipun sederhana, dapat memberikan semangat dan harapan bagi mereka,” ujar Dasri di sela kegiatan.
Pernyataan tersebut dinilai sebagai komitmen moral yang positif. Namun, masyarakat berharap kepedulian tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk program konkret.
Penguatan program perlindungan sosial, dukungan pendidikan bagi anak yatim, serta alokasi anggaran yang tepat sasaran menjadi indikator yang akan dinilai publik. DPRD memiliki kewenangan strategis dalam memastikan kebijakan daerah berpihak pada masyarakat rentan.
Kehadiran pejabat publik dalam kegiatan sosial memang memberi pesan simbolik yang kuat. Namun, pengawasan publik tidak berhenti pada simbol. Konsistensi kebijakan dan keberlanjutan program akan menjadi tolok ukur sejauh mana komitmen sosial tersebut benar-benar terwujud.
Kini, masyarakat Pasangkayu menanti langkah lanjutan. Apakah empati yang ditunjukkan di Yatim Fest akan bertransformasi menjadi keberpihakan nyata dalam kebijakan pembangunan daerah?
Sebab pada akhirnya, komitmen sosial bukan hanya tentang hadir dan menyapa, melainkan memastikan harapan anak-anak yatim mendapat tempat dalam prioritas pembangunan. (**)
Laporan : Abd. Rahman As’ad












