PASANGKAYU, MediaCentralNews.com – Muh Dasri resmi dilantik sebagai Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pasangkayu dalam rapat paripurna yang digelar pada Kamis, 19 Februari 2026. Prosesi pelantikan tersebut menandai dimulainya tanggung jawab baru di kursi strategis legislatif daerah.
Muh Dasri dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pasangkayu, salah satu unsur pimpinan lembaga legislatif yang memiliki peran penting dalam menentukan arah kebijakan dan pelaksanaan fungsi dewan.
Pelantikan berlangsung pada Kamis (19/2/2026) di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat.
Sebagai unsur pimpinan, Wakil Ketua II berperan dalam:
Mengkoordinasikan agenda legislasi daerah.
Menguatkan fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.
Mengawal pembahasan dan pengesahan anggaran.
Memastikan aspirasi masyarakat terakomodasi dalam kebijakan.
Posisi ini dinilai strategis karena menjadi bagian dari pengambil keputusan utama dalam setiap kebijakan politik di tingkat daerah.
Usai dilantik, Dasri menyampaikan komitmennya untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
“Sebagai unsur pimpinan DPRD Pasangkayu, saya siap mengawal aspirasi masyarakat. Jabatan ini adalah titipan yang harus dipertanggungjawabkan,” ujarnya kepada awak media.
Ia juga menegaskan akan memperkuat koordinasi dengan Ketua DPRD serta membangun kolaborasi dengan media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada publik.
Tantangan dan Harapan Publik
Pengamat menilai, komitmen tersebut perlu dibuktikan melalui langkah konkret. DPRD dituntut lebih proaktif dalam:
Mengawasi pelaksanaan program pemerintah daerah.
Memastikan penggunaan anggaran tepat sasaran.
Mendorong regulasi yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
Di internal lembaga, penguatan sistem kerja dan sinergi antarunsur pimpinan serta fraksi-fraksi menjadi pekerjaan rumah yang mendesak. Koordinasi yang solid dinilai menjadi kunci agar fungsi legislasi dan kontrol berjalan efektif.
Publik Kabupaten Pasangkayu kini menanti implementasi nyata dari komitmen tersebut. Pelantikan telah usai, namun tantangan sesungguhnya baru dimulai: membuktikan bahwa komitmen politik tidak berhenti pada seremoni, melainkan terwujud dalam kinerja, transparansi, dan keberpihakan pada rakyat. (**)
Laporan : Abd. Rahman As’ad












