PASANGKAYU, MediaCentralNews.com – Bupati Pasangkayu, H. Yaumil Ambo Djiwa, SH menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi peluang ekonomi baru bagi petani dan peternak lokal, selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Bupati H. Yaumil Ambo Djiwa menyampaikan bahwa Program MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak dan kelompok rentan, tetapi juga dirancang untuk memperkuat sektor pertanian dan peternakan daerah sebagai penopang utama rantai pasok pangan.
Pernyataan tersebut disampaikan di Kabupaten Pasangkayu dalam rangka mendorong peningkatan produksi pertanian dan peternakan guna memastikan ketersediaan bahan baku berkelanjutan bagi dapur-dapur layanan MBG di wilayah tersebut.
Menurut Bupati, keberhasilan MBG sangat bergantung pada rantai pasok pangan yang stabil, aman, dan berbasis produksi lokal. Dengan jumlah penerima manfaat yang terus bertambah, kebutuhan bahan pangan dipastikan meningkat dari waktu ke waktu. Kondisi ini membuka pasar yang nyata dan berkelanjutan bagi petani serta peternak.
“MBG adalah pasar yang nyata dan berkelanjutan. Jika petani dan peternak mampu meningkatkan produksi dan menjaga kualitas, maka hasil panen dan ternak kita akan terserap secara konsisten. Ini peluang ekonomi yang harus dimanfaatkan,” ujar Yaumil.
Kebutuhan bahan baku MBG mencakup berbagai komoditas yang dapat dipasok dari daerah, antara lain:
Beras dan jagung
Sayuran seperti kangkung, bayam, sawi, wortel, kol, dan buncis
Buah lokal seperti pisang, pepaya, dan semangka
Telur ayam, daging ayam, ikan air tawar dan laut, serta daging sapi
Produk olahan nabati seperti tahu, tempe, dan kacang-kacangan
Umbi-umbian (ubi, singkong) dan bumbu dapur (cabai, bawang, rempah-rempah)
Pemerintah Kabupaten Pasangkayu akan mengoptimalkan peran dinas teknis melalui:
Penyediaan benih unggul
Pendampingan budidaya
Fasilitasi akses pakan ternak
Dukungan distribusi hasil produksi
Penguatan kelembagaan kelompok tani, koperasi, dan BUMDes
Selain peningkatan kuantitas produksi, Bupati juga menekankan pentingnya standar mutu dan keamanan pangan. Seluruh bahan baku yang disuplai harus memenuhi ketentuan higienitas dan gizi seimbang.
“Bukan hanya soal kuantitas, tetapi juga kualitas. Kita ingin anak-anak dan kelompok rentan mendapatkan pangan yang aman, bergizi, dan berasal dari petani serta peternak kita sendiri,” tegasnya.
Respons Petani dan Harapan ke Depan
Pelaku pertanian dan peternakan di Pasangkayu menyambut positif kebijakan tersebut. Mereka menilai MBG dapat menjadi pasar penyangga yang memberikan kepastian serapan hasil produksi serta mendorong peningkatan skala usaha.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, kelompok tani, peternak, nelayan, dan pengelola layanan MBG, Bupati optimistis program ini tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi pedesaan.
“Kita ingin MBG memberi manfaat ganda: gizi masyarakat meningkat, dan kesejahteraan petani serta peternak ikut terangkat,” pungkasnya. (**)
Laporan: Abd. Rahman As’ad












