SPPG Karema 2 Tingkatkan Kualitas Menu MBG

Oplus_16908288

MAMUJU, MediaCentralNews.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mamuju Karema 2 terus menunjukkan komitmen dalam menjaga dan meningkatkan kualitas menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai standar mutu gizi yang ditetapkan Badan Gizi Nasional. Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan pemenuhan gizi yang aman, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat. Jumat, 9 Januari 2026.

SPPG Mamuju Karema 2 resmi beroperasi sejak 14 Juli 2025 dan berada di bawah pengelolaan Yayasan Insan Sehat Lestari. Unit layanan ini dipimpin oleh Ahmad Fauzan Muhammad selaku Kepala SPPG, dengan fokus utama memastikan setiap menu MBG yang diproduksi memenuhi standar keamanan pangan, kebersihan, dan keseimbangan gizi.

Berlokasi di Jalan Musa Karim, Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, SPPG Mamuju Karema 2 saat ini melayani 3.532 penerima manfaat, yang terdiri dari peserta didik serta kelompok sasaran lain yang menjadi prioritas dalam Program MBG.

Ahmad Fauzan Muhammad menjelaskan, peningkatan kualitas menu dilakukan melalui pengawasan ketat di seluruh tahapan produksi, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga pendistribusian makanan kepada penerima manfaat.

“Kami memastikan setiap menu memenuhi standar gizi, kebersihan, dan keamanan pangan. Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendukung tumbuh kembang anak dan meningkatkan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, SPPG Mamuju Karema 2 juga menjalin koordinasi dengan pemasok pangan lokal guna menjamin ketersediaan bahan baku yang segar dan berkualitas. Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap perekonomian pelaku usaha lokal serta menjaga keberlanjutan pasokan bahan pangan.

Dengan komitmen yang konsisten, SPPG Mamuju Karema 2 berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat terus memberikan dampak nyata dalam meningkatkan status gizi masyarakat, khususnya anak-anak, serta menjadi contoh layanan pemenuhan gizi yang profesional dan terpercaya di Sulawesi Barat. (**)

Laporan: Abd. Rahman As’ad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *