POLMAN, mediacentralnews.com – Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Barat bidang Kesra, H. Abdul Rahim, S.Ag., M.H meminta aparat kepolisian segera turun ke lapangan untuk memantau aktivitas di seluruh SPBU maupun penjual eceran bahan bakar minyak (BBM), Selasa (31/3/2026).
Permintaan tersebut disampaikan menyusul munculnya antrean panjang di sejumlah titik akibat isu kenaikan harga BBM yang beredar di tengah masyarakat.
Abdul Rahim menegaskan, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi dari pemerintah terkait kenaikan harga BBM. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan adanya kepanikan warga yang berujung pada lonjakan pembelian.
“Jangan sampai ada penimbunan yang memanfaatkan situasi panik masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan adanya laporan dari masyarakat terkait tingginya harga BBM eceran yang dijual di jalanan. Dalam laporan tersebut, harga bensin disebut mencapai Rp25.000 hingga Rp30.000 per liter.
“Kami menerima laporan bahwa ada warga membeli bensin eceran dengan harga sangat tinggi. Ini tentu sangat merugikan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi ini harus segera ditindaklanjuti untuk mencegah praktik tidak bertanggung jawab yang dapat memperparah situasi.
Oleh karena itu, ia meminta aparat kepolisian melakukan inspeksi langsung ke lapangan guna memastikan distribusi BBM tetap berjalan normal dan tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu.
“Kita minta aparat kepolisian turun langsung melakukan inspeksi agar tidak ada pihak yang menciptakan kepanikan lalu mengambil keuntungan secara tidak wajar,” pungkasnya.
Ia berharap langkah cepat dari aparat dapat menjaga stabilitas distribusi BBM serta melindungi masyarakat dari praktik penimbunan dan permainan harga di tengah situasi yang belum pasti. (**)
Laporan : KUD










