POLMAN, Media Central News.com – Berselang beberapa hari yang lalu, warga Dusun Pusu, Desa Pao-Pao, Kecamatan Allu, kembali menunjukkan semangat gotong royong yang luar biasa. Kali ini, mereka membantu seorang warga dari Puppuuring yang tengah menderita sakit parah di bagian perut.
Peristiwa ini bermula ketika perempuan tersebut, yang merupakan istri dari seorang pria asal Pusu, berkunjung ke rumah mertuanya di Dusun Pusu. Namun, dua hari setelah kedatangannya, ia merasakan sakit yang sangat mengganggu di bagian perut. Kondisinya semakin memburuk dan segera membutuhkan perawatan medis.
Sayangnya, akses jalan menuju Desa Pao-Pao saat itu tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat, sehingga warga terpaksa berjuang keras. Dengan semangat gotong royong, mereka memutuskan untuk membawa korban menggunakan tandu dan menempuh perjalanan sejauh 9 kilometer. Perjalanan yang berat ini memakan waktu sekitar empat jam.
Kejadian ini kembali memunculkan pertanyaan besar: “Apakah ini harus terus kita alami? Sampai kapan?” Akses jalan yang buruk menjadi masalah yang sering dihadapi warga, terutama dalam keadaan darurat. Masyarakat pun bertanya-tanya, apakah janji-janji yang telah disampaikan sebelumnya akan segera terwujud sebagai solusi nyata.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh warga Dusun Pusu’ patut diapresiasi, namun perbaikan infrastruktur yang memadai menjadi harapan besar agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Masyarakat terus berharap agar perubahan dan perbaikan segera terwujud demi kemudahan akses dan keselamatan mereka. (**)
Laporan: KUD
Warga Dusun Pusu Bergotong Royong Membantu Warga Sakit di Desa Pao-Pao
Berselang beberapa hari yang lalu, warga Dusun Pusu, Desa Pao-Pao, Kecamatan Allu, kembali menunjukkan semangat gotong royong yang luar biasa. Kali ini, mereka membantu seorang warga dari Puppuuring yang tengah menderita sakit parah di bagian perut.
Peristiwa ini bermula ketika perempuan tersebut, yang merupakan istri dari seorang pria asal Pusu, berkunjung ke rumah mertuanya di Dusun Pusu. Namun, dua hari setelah kedatangannya, ia merasakan sakit yang sangat mengganggu di bagian perut. Kondisinya semakin memburuk dan segera membutuhkan perawatan medis.
Sayangnya, akses jalan menuju Desa Pao-Pao saat itu tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat, sehingga warga terpaksa berjuang keras. Dengan semangat gotong royong, mereka memutuskan untuk membawa korban menggunakan tandu dan menempuh perjalanan sejauh 9 kilometer. Perjalanan yang berat ini memakan waktu sekitar empat jam.
Kejadian ini kembali memunculkan pertanyaan besar: “Apakah ini harus terus kita alami? Sampai kapan?” Akses jalan yang buruk menjadi masalah yang sering dihadapi warga, terutama dalam keadaan darurat. Masyarakat pun bertanya-tanya, apakah janji-janji yang telah disampaikan sebelumnya akan segera terwujud sebagai solusi nyata.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh warga Dusun Pusu patut diapresiasi, namun perbaikan infrastruktur yang memadai menjadi harapan besar agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Masyarakat terus berharap agar perubahan dan perbaikan segera terwujud demi kemudahan akses dan keselamatan mereka. (**)
Laporan: KUD