Kades Bukit Harapan Usulkan Program Digital

Oplus_16908288

PASANGKAYU, Media Central News.com – Hingga kini, Desa Bukit Harapan di Kecamatan Bulutaba, Kabupaten Pasangkayu, masih menjadi salah satu wilayah yang belum terjangkau jaringan internet alias blankspot. Kondisi ini membuat aktivitas digital warga, termasuk pelayanan publik di kantor desa, menjadi sangat terbatas.

Pemerintah Desa Bukit Harapan berharap agar wilayah mereka bisa masuk dalam daftar penerima bantuan Program Desa Digital yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Kominfo. Program ini merupakan bagian dari upaya nasional menuju Zero Blankspot di daerah-daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

Kepala Desa Bukit Harapan, Supriadi, menyampaikan langsung harapan tersebut dalam wawancara eksklusif dengan Media Central News saat dikunjungi di kediamannya pada Rabu, 8 Oktober 2025.

Upaya permohonan bantuan sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Pihak desa telah mengajukan proposal ke Dinas Kominfo Kabupaten Pasangkayu dan tim Kominfo bahkan sudah melakukan survei lokasi. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tindak lanjut atau realisasi.

Masalah blankspot terjadi di Desa Bukit Harapan dan sekitarnya, termasuk desa tetangga seperti Desa Ompi dan Desa Sipakainga, yang sama-sama masuk kategori daerah 3T. Ketiga desa ini masih sangat minim akses jaringan, bahkan sinyal ponsel pun menghilang begitu memasuki wilayah tersebut.

Ketiadaan jaringan internet menjadi kendala utama dalam pelayanan publik, pendidikan, serta komunikasi digital di desa. Untuk dapat mengakses internet, warga harus menyewa WiFi seharga Rp5.000 per jam atau menggunakan jaringan yang terbatas di kantor desa. Menurut Supriadi, minimnya akses informasi juga membuat mereka belum mengetahui secara rinci tentang Program Desa Digital.

Supriadi berharap agar Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Kominfo segera menetapkan Desa Bukit Harapan sebagai salah satu titik blankspot resmi, agar bisa menerima bantuan infrastruktur jaringan melalui program Desa Digital. Penetapan tersebut menjadi syarat utama agar desa bisa masuk dalam daftar penerima program. Dengan adanya akses internet yang memadai, masyarakat desa diharapkan bisa mengakses layanan digital, termasuk penggunaan website desa secara optimal.

“Kami berharap Pak Gubernur dan Kadis Komimfo Sulbar bisa tetapkan wilayah kami sebagai titik blankspot agar kami bisa mendapatkan jaringan internet yang layak,” ujar Supriadi.

Tentang Program Desa Digital Sulbar: Program ini merupakan bagian dari inisiatif nasional Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk memperluas akses internet di daerah yang belum terjangkau. Dinas Kominfo Sulbar menjadi pihak yang menentukan titik-titik lokasi yang akan menerima bantuan berupa akses jaringan internet, khususnya untuk desa, puskesmas, dan sekolah. (**)

 

Laporan: And. Rahman As’ad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *