POLMAN, Media Central News.com – Menjelang musim tanam, kelompok tani di Desa Tonrolima, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, melakukan gerdal (gerakan pembasmian) hama tikus pada Senin, 08 Desember 2025. Kegiatan ini bertempat di Dusun Labasang, di lokasi yang dikenal sebagai tempat sarang hama tikus yang dapat merusak tanaman padi.
Kepala Balai Benih Pertanian (BBP) Kecamatan Matakali, Andriani, bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Tonrolima, Ibu Derita, serta sejumlah petani, terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Penyisiran dilakukan di sepanjang tanggul yang diduga menjadi sarang tikus, di mana hama ini berpotensi merusak tanaman padi dan menyebabkan gagal panen.
Untuk mencegah terjadinya serangan hama tikus yang lebih luas, Andriani memimpin pembasmian dengan cara mengasapi lubang-lubang tikus menggunakan belerang, yang menyebabkan tikus keluar dari sarangnya untuk kemudian dibasmi. Dari kegiatan tersebut, ratusan tikus berhasil dimusnahkan.
Andriani menjelaskan bahwa metode ini sangat efektif dalam mengurangi populasi tikus, yang dikenal cepat berkembang biak dan dapat menyebabkan kerugian besar bagi petani. “Ini adalah langkah pencegahan yang penting, karena serangan hama tikus dapat merusak padi menjelang musim tanam, yang berpotensi menyebabkan kerugian panen yang sangat besar,” ujarnya.
Sesuai dengan arahan Dinas Pertanian dan Pangan Polewali Mandar, Andriani menekankan pentingnya koordinasi antara petani dan pihak terkait dalam memantau dan menangani hama. “Dengan adanya koordinasi yang baik, kita dapat memastikan bahwa serangan hama tikus dapat dikendalikan dengan cepat, dan hasil pertanian pun dapat meningkat,” kata Andriani.
Ibu Derita, selaku PPL Desa Tonrolima, menambahkan bahwa pembasmian tikus ini dilakukan setelah adanya laporan dari petani mengenai banyaknya lubang tikus yang ditemukan di pematang sawah. Sebagai bentuk pelayanan, pihaknya bersama kepala BPP langsung turun ke lapangan untuk melakukan pencegahan. “Kami selalu siap membantu petani, dan harapannya dengan langkah pencegahan dini ini, hasil panen petani dapat meningkat,” ujarnya.
Selain itu, PPL Desa Tonrolima berharap agar petani tetap menjaga komunikasi dengan petugas pertanian terkait masalah hama yang mungkin muncul. “Kami berharap petani selalu melaporkan jika ada gangguan pada tanaman padi, seperti hama ulat atau wereng. Kami memiliki pengamat hama yang dapat bekerja sama dengan petani untuk mengatasi masalah ini,” tambahnya.
Gerakan pembasmian hama tikus ini diharapkan dapat mengurangi risiko kerusakan tanaman padi menjelang musim tanam, sehingga petani di Desa Tonrolima dapat merasakan hasil pertanian yang lebih optimal. (**)
Laporan: Tamrin












