Krisis Solar Jelang Nataru, Antrean SPBU Mengular

Oplus_16908288

POLMAN, MediaCentralNews.com – Krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar melanda Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, jelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Kelangkaan yang terjadi sejak sepekan terakhir ini mengakibatkan antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU, bahkan mencapai dua kilometer.

Pantauan di salah satu SPBU di Kecamatan Polewali menunjukkan antrean kendaraan mengular di ruas Jalan Trans Sulawesi. Sejumlah kendaraan terpaksa menunggu berjam-jam demi mendapatkan solar, sementara beberapa SPBU lainnya di wilayah Polewali Mandar sudah tidak lagi melayani pengisian solar karena kehabisan stok.

Menurut pengawas SPBU Polewali, Erwin Hidayat, setiap SPBU di Kecamatan Polewali hanya mendapatkan jatah sekitar 8.000 liter solar per hari. Namun, jumlah tersebut habis terjual hanya dalam hitungan jam akibat tingginya permintaan.

“Antrean bukan hanya dari kendaraan asal Polewali Mandar, tapi juga dari Kabupaten Mamasa. Banyak SPBU di daerah sana sudah kehabisan solar, sehingga mereka mengisi di sini,” ujar Erwin.

Ia mengaku khawatir jika kondisi antrean panjang terus terjadi setiap hari, maka pasokan solar tidak akan mencukupi hingga perayaan Natal dan Tahun Baru.

Kelangkaan solar ini berdampak serius pada aktivitas masyarakat, khususnya sektor transportasi dan distribusi. Sejumlah sopir truk mengeluhkan sulitnya memperoleh BBM untuk mengangkut kebutuhan pokok, yang berpotensi mengganggu perputaran ekonomi daerah.

Salah seorang sopir truk, Ilham, berharap BPH Migas dan pemerintah segera turun tangan dengan menambah pasokan solar ke SPBU-SPBU di Polewali Mandar yang saat ini kehabisan stok.

“Kami sangat berharap ada penambahan pasokan. Kalau terus begini, aktivitas angkutan bisa lumpuh,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Sandi, sopir angkutan ekspedisi darat, yang merasa dirugikan karena banyak waktu terbuang akibat antrean panjang. “Sudah antre berjam-jam, kadang tetap tidak kebagian solar,” katanya.

Selain mengancam roda perekonomian, kelangkaan solar bersubsidi ini juga berdampak pada usaha kecil, aktivitas nelayan, serta berpotensi memicu kenaikan harga kebutuhan pokok di pasaran menjelang Natal dan Tahun Baru.

Hingga kini, masyarakat berharap adanya solusi cepat dari pihak terkait agar krisis solar di Polewali Mandar tidak semakin berkepanjangan. (**)

Laporan: Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *