POLMAN, MediaCentralNews.com – Persoalan tumpukan sampah yang menggunung di Pasar Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, hingga kini belum menemukan solusi. Warga dan pedagang mempertanyakan keseriusan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, khususnya Bupati H. Samsul Mahmud, dalam menangani masalah sampah yang sudah berlangsung bertahun-tahun tersebut.
Tumpukan sampah terlihat menggunung di depan ruko Pasar Ikan Wonomulyo dan telah dibiarkan selama beberapa pekan tanpa pengangkutan. Kondisi ini menimbulkan bau busuk yang sangat menyengat, sehingga mengganggu aktivitas pedagang maupun pengunjung pasar. Sejumlah pedagang mengaku mengalami mual hingga sakit perut akibat aroma menyengat dari timbunan sampah tersebut.
Puluhan ton sampah bercampur sisa ikan dan limbah pasar tampak berserakan, bahkan dipenuhi belatung yang keluar dari tumpukan sampah. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan penyakit bagi masyarakat sekitar, terlebih lokasi pasar berada tidak jauh dari kawasan permukiman dan fasilitas kesehatan.
Akibat bau busuk yang menyengat, banyak pengunjung pasar terpaksa menutup hidung saat melintas di depan Pasar Ikan Wonomulyo. Dampaknya, sejumlah pedagang mengaku merugi karena pembeli enggan mendekat dan memilih menjauh dari lokasi pasar.
Warga menilai pemerintah daerah gagal menangani persoalan sampah di Pasar Wonomulyo. Pasalnya, pemerintah tetap aktif memungut retribusi sampah dari para pedagang, namun pengelolaan kebersihan pasar dinilai tidak berjalan maksimal. Sampah juga diketahui bukan hanya berasal dari aktivitas pasar, melainkan dari warga luar yang turut membuang sampah di area tersebut karena tidak tersedianya tempat pembuangan yang disiapkan pemerintah.
Diduga, armada pengangkut sampah tidak beroperasi karena akses jalan menuju Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) di Kecamatan Campalagian mengalami kerusakan parah, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan pengangkut sampah.
Masyarakat dan pedagang berharap pemerintah daerah segera mencarikan solusi konkret, baik dengan memperbaiki akses jalan, menambah armada kebersihan, maupun menyediakan tempat pembuangan sampah yang layak. Kondisi pasar yang jorok dinilai sangat memprihatinkan dan berdampak langsung pada kesehatan masyarakat sekitar.
Ironisnya, Pasar Wonomulyo merupakan salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di Kabupaten Polewali Mandar dengan nilai hingga miliaran rupiah setiap tahun. Namun, besarnya kontribusi tersebut dinilai tidak sebanding dengan perhatian pemerintah daerah terhadap kebersihan dan kenyamanan pasar tradisional tersebut. (**)
Laporan : Tamrin












