PASANGKAYU, MediaCentralNews.com – Desa Pakawa, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai desa wisata berbasis budaya dan buah-buahan. Keberadaan rumah panggung Suku Bunggu yang eksotis serta kekayaan alam yang masih asri menjadi daya tarik utama kawasan ini.
Pengembangan Desa Pakawa sebagai desa wisata dengan mengandalkan eksotisme rumah Suku Bunggu dan potensi wisata buah melalui program Perhutanan Sosial.
Pemerintah Desa Pakawa bersama masyarakat setempat, khususnya Suku Bunggu, dengan dukungan Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Barat.
Desa Pakawa, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, yang berbatasan langsung dengan Desa Ngowi, Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.
Program mulai dipersiapkan akhir Desember 2025 dan akan diusulkan secara resmi pada awal Januari 2026
Untuk menjaga kelestarian hutan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mengoptimalkan potensi budaya dan hasil hutan bukan kayu agar bernilai ekonomi dan wisata.
Melalui pengajuan Program Perhutanan Sosial seluas sekitar 2.000 hektare di wilayah Pangalambori, Dusun Moi, yang akan dikelola secara berkelanjutan dengan mengombinasikan wisata buah dan wisata budaya.
Kepala Desa Pakawa, Aso Zainal, mengatakan bahwa meskipun desa menghadapi kebijakan efisiensi anggaran, komitmen pembangunan tetap berjalan dengan penyesuaian program prioritas.
“Di tengah efisiensi anggaran, kami tetap optimistis mengembangkan potensi desa sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat,” ujarnya saat diwawancarai, Sabtu (28/12/2025).
Ia menjelaskan, selain rencana pembangunan Gerai KDMP Desa Pakawa, pemerintah desa juga fokus mengembangkan potensi hutan melalui komoditas unggulan seperti durian, aren, cempedak, rambutan, langsat, kakao, dan kopi.
“Eksotisme rumah panggung Suku Bunggu yang berada di ketinggian 3 hingga 10 meter, dipadukan dengan wisata buah, akan menjadi ikon khas Desa Pakawa sebagai desa wisata buah di Kabupaten Pasangkayu,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Barat, A. Aco Takdir, S.Sos., M.Pd, menyambut baik rencana tersebut. Ia menegaskan bahwa program Perhutanan Sosial merupakan langkah strategis untuk melibatkan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan taraf hidup mereka.
“Sejak awal kami mendorong masyarakat di kawasan hutan agar berperan aktif melalui pengelolaan hutan yang berkelanjutan,” tegasnya. (**)
Laporan: Abd. Rahman As’ad












