MAMASA, mediacentralnews.com – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mamasa sekaligus Ketua Panitia Lokal Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Tinju Amatir Pertina Sulawesi Barat, Yusak Nola Lolang, membantah informasi yang menyebut sejumlah atlet peserta Kejurprov tidak memperoleh medali maupun uang pembinaan.
Yusak menilai informasi tersebut sebagai kabar bohong atau hoaks yang diduga sengaja disebarkan untuk menjatuhkan nama baik KONI Mamasa dan panitia lokal penyelenggara Kejurprov Tinju Amatir Pertina Sulawesi Barat.
Pernyataan tersebut disampaikan Yusak menanggapi informasi yang beredar pada 20 September 2026 terkait adanya atlet yang disebut hanya menerima sertifikat atau piagam penghargaan tanpa medali dan uang pembinaan.
Menurut Yusak, pemberian uang pembinaan memang telah ditentukan berdasarkan kategori tertentu. Sedangkan peserta lainnya memperoleh sertifikat atau piagam penghargaan sebagai bukti keikutsertaan dan prestasi dalam kejuaraan.
“Untuk uang pembinaan, ada empat kategori yang menjadi prioritas, di antaranya juara umum, petinju favorit, serta petinju berbakat putra dan putri. Selebihnya mendapatkan sertifikat atau piagam penghargaan,” ujar Yusak.
Ia menjelaskan, keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan keterbatasan anggaran yang dikelola panitia lokal.
Menurutnya, panitia harus menyesuaikan bentuk penghargaan dengan kemampuan anggaran agar seluruh peserta tetap mendapatkan bentuk apresiasi.
Yusak menilai sertifikat atau piagam memiliki manfaat yang lebih luas bagi atlet karena dapat menjadi dokumen pendukung untuk menunjukkan rekam prestasi ketika melanjutkan pendidikan maupun dalam kebutuhan tertentu lainnya.
“Kalau medali hanya bisa digantung sebagai kenangan pernah mengikuti turnamen, sertifikat atau piagam dapat digunakan sebagai dokumen yang menunjukkan prestasi. Misalnya untuk kepentingan pendaftaran sekolah lanjutan, perguruan tinggi, bahkan ketika mendaftar TNI-Polri apabila dibutuhkan riwayat kejuaraan,” jelasnya.
Bantah Dana Disembunyikan
Yusak juga membantah tudingan bahwa dana kegiatan Kejurprov Tinju Amatir Pertina Sulawesi Barat disembunyikan atau tidak disalurkan kepada kepentingan kegiatan.
Ia menegaskan, panitia telah berupaya selama berminggu-minggu agar seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta para atlet yang mengikuti kejuaraan.
“Kalau ada yang mengatakan dana kegiatan tinju Kejurprov disembunyikan oleh KONI, kami tegaskan bahwa kami berminggu-minggu berupaya sedemikian rupa supaya kegiatan ini berjalan dengan baik dan bisa dinikmati masyarakat serta pesertanya mendapatkan manfaat,” katanya.
Yusak berharap para atlet yang datang ke Mamasa tidak semata-mata berorientasi pada uang pembinaan, tetapi juga mengejar prestasi yang dapat menjadi bagian dari rekam jejak olahraga mereka.
“Harapan kami, yang datang ke Mamasa bukan sekadar datang mencari uang pembinaan, tetapi datang mencari prestasi yang terukir dalam piagam prestasi tersebut,” ujarnya.
Terkait pengelolaan anggaran kegiatan, Yusak menegaskan bahwa tidak ada dana kegiatan yang masuk atau tersangkut untuk kepentingan pribadi KONI.
“Sepersen pun dana kegiatan tidak ada yang nyangkut di KONI,” tegas Yusak.
Pihak panitia juga mengimbau masyarakat maupun pihak-pihak yang memperoleh informasi terkait pelaksanaan Kejurprov agar melakukan klarifikasi terlebih dahulu sebelum menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. (**)
Laporan: AR












