MAMASA, mediacentralnews.com – Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Komite Percepatan Pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Pitu Ulunna Salu (PUS) mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Mamasa, Kamis (1/10/2026).
Kedatangan massa tersebut membawa satu agenda utama, yakni menyerahkan dokumen proposal pembentukan Kabupaten Pitu Ulunna Salu kepada DPRD Kabupaten Mamasa sebagai bagian dari rangkaian perjuangan pemekaran wilayah.
Massa dipimpin langsung oleh Ketua Komite Percepatan Pemekaran DOB PUS, Muhammad Syarir. Mereka datang dari tujuh kecamatan yang menjadi bagian dari kawasan Pitu Ulunna Salu, yakni Mambi, Aralle, Bambang, Mehalaan, Tabulahan, Rantebulahan Timur, dan Buntumalangka.
Setibanya di halaman Kantor DPRD Mamasa, massa membawa sejumlah atribut dan menyampaikan aspirasi melalui orasi. Suasana berlangsung ramai ketika para peserta menyuarakan dukungan terhadap rencana pembentukan DOB PUS.
Bagi Komite Percepatan Pemekaran DOB PUS, penyerahan proposal tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Dokumen itu menjadi bagian dari upaya melanjutkan proses administratif dan politik untuk mendorong terbentuknya Kabupaten Pitu Ulunna Salu.
Setelah menyampaikan aspirasi di halaman DPRD Mamasa, perwakilan Komite Percepatan Pemekaran DOB PUS kemudian menyerahkan dokumen proposal kepada pihak DPRD Kabupaten Mamasa.
Penyerahan tersebut sekaligus menjadi momentum kembali menguatnya aspirasi pemekaran di kawasan Pitu Ulunna Salu. Selanjutnya, masyarakat menantikan proses pembahasan dan tindak lanjut dari lembaga legislatif Kabupaten Mamasa terhadap proposal yang telah disampaikan.
Perjuangan pembentukan DOB PUS pun memasuki tahapan berikutnya. Proposal yang telah diserahkan menjadi dokumen penting untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Laporan: ARJika diinginkan, saya bisa lanjutkan menjadi versi “Laporan Utama Majalah Central News” dengan subjudul kritis seperti “Dari Tujuh Kecamatan, Aspirasi Pemekaran Kini Menunggu Sikap DPRD Mamasa. (**)
Laporan: AR












