Mediacentralnews.com Mamuju — Perusahaan subkon Peroyek pembangunan bendungan budong-budong yang dikerjakan oleh PT. Brantas Abipraya diduga tidak di bayarkan.
Salah satu subkon yang tidak ingin di sebutkan namanya mengaku belum dibayarkan oleh PT. Brantas Abipraya hingga miliaran rupiah. Menurutnya, bukan hanya dia yang belum dibayarkan, tapi ada belasan Subkon yang mengalami hal sama.
“Termasuk saya pak tidak dibayarkan sudah hampir dua tahun,” tuturnya melalui telepon WhatsAppnya, (28/10/25)
ia juga mengatakan bahwa masih ada sekitar Rp.1 miliar lebih yang belum di selesaikan oleh PT. Berantas Abipraya.
“Pembayaran adaji masuk, cuman dipaksapi. Kemarin ini nanti datang Pak Gubernur (Suhardi Duka, red), saya bilang kalau tidak kita bayarkan saya bongkar ini pak Gub. Nabilang jangan, kita bayarkan itu pak,” tambah Ramli kesal.
Bahkan kerugian subkon yang lain berbeda-beda, ada yang mencapai Rp.10 miliar per orang.
“Kalau subkon itu, ada yang Rp.10 miliar belum dibayarkan. Kalau kami ini kecilji, kalau hitunganku saya masih ada sekitar Rp.1 miliar lebih,” ujarnya.
Dana dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi V Mamuju sudah dibayarkan ke PT. Brantas Abipraya, namun belum dibayarkan ke subkon.
“Iya Brantas tidak bayarkan ke subkon. Kan ceritanya ini BUMN didalam hanya gambarji, hanya bendera. Tidak ada yang nakerja langsung, semua nasubkon kan. Jadi bagaimana mau jadi bendungan Budong- Budong ini, karena bagaimana orang mau bekerja kalau tidak dibayar pak,” ujar Ramli.
Saat dihubungi melalui WhatsApp, pihak PT. Brantas Abipraya tidak membalas hingga berita ini ditayangkan.
Namun media berupaya melakukan konfirmasi ke pihak BWS namu di sarankan agar menyurat dulu ucap security.
(Whd)












