MAJENE, Media Central News.com – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan air bersih kepada sekitar 6.300 pelanggan, Perumda Tirta Mandar Kabupaten Majene terus berbenah meski dihadapkan berbagai keterbatasan sumber daya dan infrastruktur.
Upaya tersebut terungkap saat Media Central News berkunjung ke kantor Perumda Tirta Mandar pekan lalu. Keterangan disampaikan oleh Taat, Kepala Bidang Satuan Pengawas Internal (SPI), didampingi Jefri, Kepala Bagian Umum, pada Senin, 4 November 2025 di Kantor Perumda Tirta Mandar, Majene.
Taat menjelaskan, perusahaan yang sebelumnya bernama PDAM Majene dan telah berubah menjadi Perumda Tirta Mandar sejak 2019, kini berupaya menjaga stabilitas jumlah pelanggan aktif di kisaran 6.000–6.300 pelanggan. Meski demikian, pihaknya masih menghadapi tantangan berupa pelanggan yang berpindah ke penggunaan sumur bor akibat keterbatasan suplai air.
Menurut Taat, persoalan utama yang dihadapi Perumda Tirta Mandar terletak pada ketersediaan air baku secara geografis. Saat ini, pasokan air masih bergantung pada air permukaan, dengan debit yang terbatas. Kondisi tersebut diperparah oleh kerusakan instalasi air di Galung Lombok, Sungai Tinambung, dan Malunda akibat diterjang banjir pada tahun 2022.
Terkait alternatif sumur bor, Taat menuturkan bahwa hasil survei geolistrik tidak memungkinkan, sebab volume air bawah tanah di wilayah Majene hanya sekitar 0,5 liter per detik, jauh di bawah standar minimal 10 liter per detik untuk pengeboran layak. Karena itu, pihaknya tetap mengandalkan air permukaan sebagai sumber utama.
“Solusinya hanya satu, yakni memperbaiki instalasi air di Galung Lombok dan Malunda. Namun, karena alasan efisiensi anggaran, rencana perbaikan harus ditunda hingga tahun depan,” jelas Taat.
Untuk mengatasi sementara, Perumda Tirta Mandar memanfaatkan instalasi air Abaga di Baruga dan melakukan pembagian air berdasarkan jadwal jam tertentu, khususnya siang hari. Selain itu, dua armada mobil tangki turut dikerahkan untuk menyalurkan air langsung kepada pelanggan yang tidak mendapat pasokan melalui jaringan pipa.
Taat menambahkan, tantangan ke depan bagi Direktur Utama baru adalah bagaimana menambah kapasitas air baku agar dapat menjangkau lebih banyak pelanggan baru, mengingat saat ini cakupan layanan baru mencapai sekitar 5 persen dari total calon pelanggan di Kabupaten Majene, khususnya di kawasan padat penduduk.
Diketahui, saat ini Perumda Tirta Mandar dipimpin oleh Plt. Direktur Utama Kasman, SE., MM, yang juga menjabat sebagai Kepala BKAD Majene, menggantikan direktur sebelumnya yang telah memasuki masa pensiun. Penunjukan direktur definitif masih menunggu keputusan dari Pemerintah Kabupaten Majene. (**)
Laporan : Abd. Rahman As’ad












