MAMUJU, mediacentralnews.com – Kehadiran Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PAN, Ajbar, SP, di Pulau Karampuang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, disambut hangat masyarakat setempat. Jamuan khas masyarakat pesisir berupa lobster, udang mantis, aneka kerang, ikan laut segar hingga olahan tradisional berbahan dasar ubi kayu turut mewarnai agenda silaturahmi tersebut.
Namun, bagi Ajbar, hidangan laut yang disuguhkan warga bukanlah tujuan utama kedatangannya. Ia menegaskan, kunjungan ke Pulau Karampuang merupakan bagian dari tanggung jawab moral sebagai wakil rakyat untuk mendengar secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Saya datang ke Pulau Karampuang bukan karena hasil pemilu, apalagi untuk memikirkan Pemilu 2029. Sekecil apa pun perolehan suara saya di pulau ini, saya tetap memiliki kewajiban moral untuk hadir bersilaturahmi dan mendengar langsung keluhan masyarakat,” kata Ajbar.
Ketua DPW PAN Sulawesi Barat itu mengatakan, sebagai anggota Komisi IV DPR RI, dirinya memiliki tanggung jawab untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat, khususnya petani dan nelayan yang menjadi bagian dari ruang lingkup tugas komisinya.
“Saya hanya ingin mewakafkan diri untuk membantu mencari solusi atas persoalan masyarakat Pulau Karampuang. Sebagai anggota Komisi IV DPR RI, sudah menjadi tanggung jawab saya mengawal berbagai persoalan di sektor pertanian, perikanan, kelautan, dan kehutanan agar mendapat perhatian pemerintah,” ujarnya.
Soroti Lemahnya Posisi Tawar Petani dan Nelayan
Dalam dialog bersama warga, Ajbar menyoroti persoalan yang dinilainya masih menjadi tantangan utama bagi petani dan nelayan, yakni lemahnya posisi tawar terhadap pasar.
Menurutnya, petani dan nelayan selama ini bekerja keras menghasilkan pangan dan hasil laut, tetapi belum memiliki kewenangan yang kuat dalam menentukan harga. Di sisi lain, mereka juga masih menghadapi keterbatasan fasilitas produksi.
“Petani dan nelayan kita belum berdaulat. Mereka bekerja keras menghasilkan pangan dan hasil laut, tetapi bukan mereka yang menentukan harga. Mereka juga harus berproduksi dengan fasilitas yang masih sangat terbatas. Ini adalah persoalan yang tidak boleh dibiarkan dan harus kita cari jalan keluarnya bersama,” tegasnya.
Ajbar menilai pembangunan sektor kelautan dan pertanian tidak cukup hanya mengejar peningkatan produksi. Menurutnya, pemerintah juga harus memastikan adanya harga yang layak bagi hasil produksi petani dan nelayan, akses permodalan yang mudah, dukungan teknologi, serta kepastian pasar.
Dengan demikian, peningkatan produksi diharapkan benar-benar berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar menambah volume hasil pertanian dan perikanan.
Serahkan Bantuan Rp5 Juta untuk Air Bersih
Dalam kunjungan tersebut, Ajbar juga menyerahkan bantuan sebesar Rp5 juta untuk mendukung pembangunan sarana air bersih bagi masyarakat Dusun Karampuang I.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mendukung upaya warga dalam membangun fasilitas yang menunjang kualitas hidup di wilayah kepulauan.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar. Semoga bantuan ini dapat meringankan kebutuhan masyarakat dan menjadi penyemangat untuk terus bergotong royong membangun fasilitas yang bermanfaat bagi warga,” ujar Ajbar.
Selain persoalan air bersih, warga juga menyampaikan sejumlah aspirasi, di antaranya kebutuhan sarana penangkapan ikan, penguatan sektor pertanian, serta pengembangan potensi ekonomi masyarakat pesisir.
Ajbar menyatakan berbagai aspirasi tersebut akan menjadi bagian dari perjuangannya di DPR RI melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan terhadap program-program pemerintah.
Wakil Rakyat Harus Lebih Banyak Mendengar
Silaturahmi Ajbar bersama masyarakat Pulau Karampuang berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.
Bagi Ajbar, pertemuan langsung dengan masyarakat merupakan bagian penting dalam memastikan kebijakan yang diperjuangkan di parlemen benar-benar sesuai dengan kebutuhan rakyat.
“Saya ingin setiap langkah perjuangan di DPR RI berangkat dari apa yang benar-benar dirasakan masyarakat. Karena itu, silaturahmi seperti ini akan terus saya jaga. Wakil rakyat harus lebih banyak mendengar daripada berbicara,” pungkasnya. (**)
Laporan : KUD












