MAMUJU, mediacentralnews.com – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Barat kembali menggelar forum diskusi bulanan bertajuk Sudut PANdang dengan tema “Sulbar dalam Angka: Antara Kenyataan dan Harapan”, Kamis (6/8/2026), di Rumah PAN Sulawesi Barat, Mamuju.
Kegiatan yang dimoderatori Andi Ahmad Fadhil R tersebut menghadirkan narasumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Said, SST. Forum ini menjadi ruang diskusi mengenai kondisi pembangunan Sulawesi Barat berdasarkan data statistik sekaligus membangun dialog antara berbagai elemen masyarakat.
Ketua DPW PAN Sulawesi Barat, Ajbar, menegaskan bahwa Sudut PANdang bukan dibentuk untuk mencari pembenaran atas suatu pandangan, melainkan menjadi ruang dialektika yang terbuka bagi siapa pun untuk menyampaikan perspektif terhadap berbagai persoalan daerah.
“Sudut PANdang adalah ruang dialektika. Semua orang berhak menyampaikan sudut pandangnya. Perbedaan cara membaca persoalan daerah justru menjadi kekuatan untuk melahirkan solusi yang lebih baik,” ujar Ajbar.
Menurut Ajbar, pembangunan daerah tidak cukup dipahami hanya melalui kebijakan pemerintah. Berbagai perspektif, mulai dari masyarakat, akademisi, pelaku usaha hingga generasi muda, harus menjadi bagian dalam proses evaluasi dan penyusunan kebijakan publik.
Ia menilai, selama ini suara anak muda belum mendapatkan ruang yang memadai dalam memberikan masukan terhadap arah pembangunan daerah.
“Saya ingin generasi muda tidak hanya menjadi penonton. Mereka harus didengar persepsinya terhadap kebijakan daerah. Mereka memiliki cara pandang yang berbeda dan itu penting bagi masa depan Sulawesi Barat,” katanya.
Ajbar berharap forum diskusi yang digelar setiap bulan tersebut mampu melahirkan gagasan-gagasan konstruktif yang dapat menjadi masukan bagi pembangunan Sulawesi Barat.
Sementara itu, narasumber dari BPS Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Said, SST, menjelaskan masih banyak persepsi yang kurang tepat dalam memahami data statistik yang dipublikasikan BPS.
Ia mencontohkan indikator tingkat pengangguran yang sempat menjadi perhatian publik. Berdasarkan data terbaru, kata dia, tingkat pengangguran di Sulawesi Barat bukan mengalami penurunan, melainkan meningkat dibandingkan periode sebelumnya.
Muhammad Said juga mengungkap adanya fenomena yang perlu dicermati, yakni pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat tetap berada pada tren positif, namun di sisi lain angka pengangguran justru mengalami kenaikan.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan penyerapan tenaga kerja. Karena itu, diperlukan analisis yang lebih komprehensif terhadap struktur pertumbuhan ekonomi, sektor-sektor penyumbang pertumbuhan, serta kualitas lapangan kerja yang tercipta.
Menanggapi paparan tersebut, Ajbar menekankan pentingnya membangun budaya diskusi yang berbasis data agar masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan hanya dengan melihat satu indikator.
“Data harus dibaca secara utuh. Ketika ada pertumbuhan ekonomi, kita juga perlu melihat bagaimana dampaknya terhadap pengangguran, kemiskinan, dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, ruang-ruang diskusi seperti ini perlu terus dibangun,” tutupnya.
Melalui forum Sudut PANdang, DPW PAN Sulawesi Barat berkomitmen menjadikan diskusi publik sebagai agenda rutin yang menghadirkan dialog sehat, berbasis data, dan terbuka terhadap berbagai sudut pandang dalam membahas isu-isu strategis pembangunan daerah. (**)
Laporan : KUD












