POLMAN, MediaCentralNews.com – Puluhan hektare sawah yang siap panen di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, terserang penyakit kresek atau daun kering. Serangan ini menyebabkan daun padi mengering secara tiba-tiba sehingga berdampak pada penurunan hasil produksi pertanian.
Serangan penyakit kresek tersebut terjadi di Kecamatan Wonomulyo dan Kecamatan Polewali, dan menyerang tanaman padi yang sebagian besar sudah memasuki masa panen.
Akibat serangan virus ini, hasil produksi padi diperkirakan menurun hingga 30 persen. Penyakit kresek menyebabkan biji padi menjadi hampa dan tidak terisi sempurna karena daun yang berfungsi sebagai sumber fotosintesis mengering secara mendadak. Kondisi ini dinilai berbahaya karena virus kresek dapat menyebar ke tanaman lain melalui hembusan angin apabila tidak segera dikendalikan.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Polewali Mandar, Muhammad Yunus, saat ditemui di kantornya menjelaskan bahwa serangan kresek daun kering tersebut telah terpantau di dua kecamatan dan saat ini sudah dilakukan upaya pengendalian agar tidak meluas.
“Jenis padi yang terserang adalah varietas MR, yang belum terverifikasi dan belum bersertifikat. Varietas ini memang tidak kami anjurkan untuk ditanam,” ujar Muhammad Yunus.
Ia menambahkan, dalam setiap pertemuan dengan petani, pihaknya selalu mengingatkan agar tidak menanam benih padi yang tidak berlabel. Menurutnya, kualitas benih yang tidak terjamin, apalagi digunakan secara berulang, sangat rentan terserang hama dan penyakit.
“Dari hasil pantauan di lapangan, rata-rata yang terserang kresek daun kering adalah varietas MR. Varietas ini sangat rentan terhadap virus karena belum bersertifikat dan belum terverifikasi,” jelasnya.
Dinas Pertanian Polman justru menganjurkan petani menanam varietas Mekongga, Ciherang, dan Ciliwung, yang telah melalui proses verifikasi dan memiliki sertifikat resmi. Namun demikian, sebagian petani tetap memilih menanam varietas MR dengan alasan lebih disukai pedagang dan memiliki berat timbangan yang lebih tinggi.
Muhammad Yunus juga menduga, penyebab lain munculnya penyakit kresek adalah pemupukan yang berlebihan, khususnya penggunaan pupuk nitrogen yang tidak sesuai dosis. Pemupukan berlebih dapat memicu pertumbuhan vegetatif berlebihan dan meningkatkan risiko serangan penyakit.
Selain itu, waktu pemupukan juga perlu diperhatikan. Pemupukan tidak dianjurkan dilakukan pada pagi hari saat daun padi masih basah, terlebih pada kondisi cuaca yang tidak menentu seperti saat ini.
Pihaknya berharap petani dapat berkolaborasi dengan pemerintah, mengikuti anjuran teknis pertanian, serta menggunakan benih dan pola tanam yang dianjurkan demi meningkatkan hasil produksi pertanian di Kabupaten Polewali Mandar.
“Ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan nasional menuju Indonesia Emas,” pungkasnya. (**)
Laporan : Tamrin












